Sejarah Gulag, Camp Kerja Paksa Uni Soviet (Part I)

Gulag adalah sebutan dari sistem camp kerja paksa yang muali beroperasi dimasa pemerintahan Vladimir Lenin, sang pendiri dari Uni Soviet. Gulag sendiri merupakan singkatan dari Glavnoe Upravlene Lagerei yang bila diterjemahkan artinya adalah Kamp Administrasi Utama.  Sekalipun sudah ada sejak kepemimpinan Lenin, Gulag baru menjadi terkenal saat kepemimpinan Joseph Stalin, dimasa kepemimpinannya Gulag mendapatkan perhatian yang jauh lebih banyak. Kapasitas tahanan terus dikembangkan seiring dengan semakin banyak tahanan yang ditahan di kamp Gulag.

Tahun 1936 saja Gulag sudah menampung sebanyak jutaan tahanan, jumlah tahanan yang demikian besar tidak hanya ditahan di suatu tempat melainkan terbagi diantara berbagai kamp tahanan yang tersebar di daerah Uni Soviet khususnya Siberia. Diantara semua tahanan sebagian besar dapat dikelompokkan sebagai tahanan politik, yaitu mereka yang dianggap tidak setuju, dirugikan atau melawan komunisme. Sedangkan sebagian lainnya adalah pelaku kriminal yang memang melanggar peraturan dari Uni Soviet.

Sekalipun demikian, tahukah kalian istilah Gulag sebenarnya tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum sebelum tahun 1973. Pada tahun 1973, seorang novelis Rusia yang bernama Alexander menuliskan pengalamannya sendiri sebagai korban dalam sebuah karya yang berjudul The Gulag Archipelago. Dalam karyanya tersebut ia menjelaskan bagaimana alasannya ditahan selama 8 tahun di Gulag dan apa saja yang ia dan narapidana lainnya alami.

Karyanya dibagi menjadi 3 bagian, bagian pertama dan kedua lebih menjelaskan bagaimana proses penangkapan, proses pengadilan, proses pemindahan, dan proses penahanan yang dilakukan oleh otoritas pemerintah dibawah polisi rahasia Uni Soviet. Sedangkan karyanya yang ke 3 lebih banyak menceritakan berbagai macam usaha perlawanan dan pelarian diri dari sistem tersebut. The Gulag Archipelago merupakan maha karya dari Alexander yang menyadarkan dunia akan keberadaan dari kamp Gulag dan bagaimana menakutkannya pemerintahan Uni Soviet dibawah Rezim Joseph Stalin.

Gulag mulai beroprasi sejak tahun 1919 dan masih terus beroperasi sampai dengan masa kepemimpinan Michail Gorbachev. Gulag didirikan ketika perang saudara Rusia masih berlangsung, tidak mengherankan jika penghuni Gulag memiliki banyak kemiripan seperti ketidak sukaannya terhadap faksi komunis. Siapa sajakah mereka?, cukup mudah untuk menebaknya, yang pertama para petani kaya dan tuan tanah yang umumnya berasal dari Ukraina. Yang kedua, tahanan dari kalangan militer yang dalam perang saudara Rusia memihak kepada Tsar. Yang ketika, adalah kalangan cendikiawan seperti profesor, penulis, seniman, musisi, budayawan, agamawan dan lainnya yang dianggap tidak setuju akan komunisme dari Lenin dan kelompoknya.

Untuk pertama kalinya Gulang menerima banyak kebijakan komunisme dari Lenin dan kelompoknya. Gulag menerima tahanan baru ketika Uni Soviet mengumunkan berbagai kebijakan baru seperti di bidang pertanian kolektif yang dengan cepat mengirimkan para pemilik lahan atau para pekerja yang masih dianggak kurang miskin untuk ditahan di Gulag.

Seiring dengan berjalannya waktu, Gulag semakin dimanfaatkan sebagai alat politik yang bermanfaat untuk menekan lawan-lawan politik dan menjaga stabilitas kekuasaan pemimpin Uni Soviet. Beberapa kebijakan yang sangat terkenal dan berpengaruh dalam meningkatkan penghuni Gulag daintaranya adalah kampanye melawan Kulaks yang dimulai pada 1930 hingga 1933.

Menurut kebijakan ini, petani diwajibkan untuk menyerahkan seluruh hasil panen yang dimilikinya kepada pemerintah. Bagi siapapun yang menyembunyikan hasil panennya, bahkan sedikitpun akan langsung dianggap sebagai musuh dari masyarakat. Tidak jarang hanya karena iri dengan jumlah ternak atau hasil panen yang lebih sukses dari tetangganya, para petani saling memfitnah tetangganya sendiri sebagai anti komunis atau anti pemerintah pada pihak otoritas.

Dampak dari hal itu, Uni Soviet mengucilkan kurang lebih 2 juta petani ke Siberia dan menahan lebih dari 100.000 petani di kamp Gulag, dan beberapa diantaranya langsung ditembak mati ditempat. Yang kedua adalah permasalahan Kirov, masalah ini dimulai ketika Sergei Kirov, salah satu pemimpin partai komunis yang memiliki hubungan dekat dengan Stalin terbunuh di kota Leningrad. Marah karena sahabatnya terbunuh, Stalin memerintahkan penahanan masal yang mengakibatkan kurang lebih 400.000 masyarakat segera ditangkap dan dikirimkan ke kamp Gulag.